Monday, June 30, 2008

Ratapan

Fiuuhhh.....lagi- lagi deh,
kenapaaaa kok kayak gini????
aku sudah capek pindah2 posisi terus....
ingin sekali aku menikmati hidup dengan istiqomah di jalan-Nya.
Kurasa....sulit untuk menetapkan hati menjadi insan yang mencintai Alloh, Rosul.....aku masih mudah terbawa rayuan Thogut.

Robb, aku pernah mencoba hidup di bawah naungan Al- Qur'an...tapi aku sangat mudah merasakan jenuh, aku pernah merasakan nikmatnya qiyamullail..tapi kemudian kenikmatan itu hilang, aku selalu menjalin ukhuwah dengan orang- orang sholeh ( menurut kriteria agama ) tapi aku belum bisa menyusul mereka mendekat pada-Mu..

Ya Alloh.....kini hamba mohon petunjuk dari-Mu

Wednesday, June 11, 2008


Feodalisme

Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

(Dialihkan dari Feodal)
Langsung ke: navigasi, cari

Feodalisme adalah sebuah sistem pemerintahan di mana seorang pemimpin, yang biasanya seorang bangsawan memiliki anak buah banyak yang juga masih dari kalangan bangsawan juga tetapi lebih rendah dan biasa disebut vazal. Para vazal ini wajib membayar upeti kepada tuan mereka. Sedangkan para vazal pada gilirannya ini juga mempunyai anak buah dan abdi-abdi mereka sendiri yang memberi mereka upeti. Dengan begitu muncul struktur hirarkis berbentuk piramida.

Dalam penggunaan bahasa sehari-hari di Indonesia, seringkali kata ini digunakan untuk merujuk pada perilaku-perilaku negatif yang mirip dengan perilaku para penguasa yang lalim, seperti 'kolot', 'selalu ingin dihormati', atau 'bertahan pada nilai-nilai lama yang sudah banyak ditinggalkan'. Arti ini sudah banyak melenceng dari pengertian politiknya.



( Gambar ; Negara Qin, bangsa Cina Feodal pertama )

KAUM FEODAL

Dinasti Qin, dinasti feodal pertama Tiongkok

cri

Pada tahun 221 sebelum Masehi, yaitu setelah berakhirnya sistem masyarakat perbudakan, lahirlah Dinasti Qin, dinasti feodal pertama dalam sejarah Tiongkok. Berdirinya Dinasti Qin mempunyai arti luar biasa dalam sejarah Tiongkok.

Masa dari tahun 255 sampai tahun 222 sebelum Masehi adalah Zaman Negara-negara Berperang dalam sejarah Tiongkok, juga adalah masa akhir sistem masyarakat perbudakan. Waktu itu di Tiongkok terdapat banyak negara kecil yang merdeka. Mereka saling menyerang dan saling mencaplok sehingga pada masa kemudian hanya tertinggal 7 negara besar, yang dijuluki sebagai "tujuh raksasa", yaitu Qin, Qi, Chu, Wei, Yan, Han dan Zhao. Di antara ke-7 negara itu, Negara Qin yang terletak di bagian barat laut Tiongkok menjadi perkasa dalam waktu pendek berkat reformasi militer dan pertanian yang dilakukannya terlebih dulu. Pada tahun 247 sebelum Masehi, Yin Zheng yang baru berusia 13 tahun naik takhta menjadi Raja Negara Qin. Ketika ia mampu memimpin negara pada usia 22 tahun, Yin Zheng mulai melaksanakan ambisinya untuk mencaplok 6 negara lainnya dan menyatukan Tiongkok. Untuk mewujudkan ambisi itu, Yin Zheng mulai merekrut personel yang berbakat. Siapa pun yang berbakat akan diberikan jabatan tertentu. Misalnya ia mempercayakan pembangunan"Kanal Zheng Guo" kepada mata-mata Zheng Guoxing dari Negara Han. Berkat pembangunan kanal tersebut, tanah alkali sebanyak 40 ribu hektar di Negara Qin diubah menjadi tanah garapan yang subur tak peduli musim kering atau banjir. Keberhasilan pertanian itu menyediakan syarat material yang cukup kepada Negara Qin untuk menyatukan Tiongkok.

Dalam waktu tak sampai 10 tahun antara tahun 230 dan 221 sebelum Masehi, Negara Qin yang dipimpin oleh Yingzheng berturut-turut membasmi negara-negara Han, Zhao, Wei, Yan, Chu dan Qi untuk menyatukan Tiongkok. Dengan berdirinya Dinasti Qin yang bersatu dan monarkis, berakhirlah sejarah keterpecahbelahan Tiongkok. Dengan demikian, Yinzheng menjadi kaisar pertama dalam sejarah Tiongkok, maka juga disebut sebagai "Qinshihuang" atau "Shi Huangdi", artinya "Kaisar Pertama".

Penyatuan Tiongkok oleh Negara Qin mempunyai arti sangat penting dalam sejarah Tiongkok. Pertama, secara politik, Kaisar Qinshihuang membatalkan sistem penganugerahan gelar kepangeranan dan wilayah dan melakukan sistem Jun dan kabupaten dengan membagi seluruh negeri menjadi 36 Jun yang lebih besar daripada kabupaten. Selain itu, pejabat pusat dan daerah semuanya dipilih dan diangkat langsung oleh sang kaisar dengan jabatan pemerintah tidak boleh diturunkan kepada generasi baru. Sistem pembagian negara dalam 36 Jun yang diprakarsai oleh Dinasti Qin kemudian berkembang menjadi sistem tetap tanpa perubahan dalam sejarah feodal Tiongkok selama dua ribu tahun lebih. Sekarang di Tiongkok masih terdapat banyak kabupaten dengan namanya ditetapkan pada Dinasti Qin dua ribu tahun yang lalu.

Sumbangan yang lain dalam penyatuan Tiongkok oleh Dinasti Qin termanifestasi pada huruf Kanji yang disatukannya. Sebelumnya di berbagai negara berperang terdapat huruf Kanjinya masing-masing. Biarpun huruf-huruf itu sama sumber asal usulnya dan pada pokoknya berkarakter sama, namun perbedaan yang ada tetap menghalangi penyebarluasan dan pertukaran kebudayaan. Setelah menyatukan Tiongkok, Dinasti Qin mulai berusaha menyatukan huruf Kanji di seluruh negeri dengan menetapkan huruf Kanji Xiaozhuan yang berlaku di Negara Qin sebagai huruf Kanji yang resmi. Sejak itulah, perkembangan huruf kanji berlangsung secara baku. Ini tak pelak lagi mempunyai arti tak ternilai bagi terbentuknya sejarah Tiongkok dan diwarisinya kebudayaan Tiongkok.

Selain itu, Dinasti Qin juga menyatukan ukuran panjang, isi dan berat seluruh negeri. Sama halnya seperti huruf kanji, sebelum penyatuan Tiongkok, ukuran panjang, isi dan berat di berbagai negara berperang berbeda-beda, ini sangat menghalangi perkembangan ekonomi. Sementara itu, Kaisar Qinshihuang juga menyatukan mata uang dan hukum Tiongkok sehingga telah menciptakan syarat perkembangan ekonomi, dan juga sangat memperkokoh kekuasaan pemerintahan pusat.

Untuk meningkatkan kekuasaan monarkis secara ideologis, pada tahun 213 sebelum Masehi, Kaisar Qinshihuang memerintahkan membakar semua kitab sejarah negara lain kecuali Kitab Sejarah Negara Qin serta kitab-kitab doktrin Pikiran Konfusius. Bahkan mereka yang berani menyimpan dan menyebarluaskan buku-buku tersebut dihukum mati. Sementara itu, untuk menghadapi serangan kekuasaan etnis minoritas di bagian utara Tiongkok, Kaisar Qinshihuang memerintahkan untuk memperbaiki tembok-tembok besar yang dibangun masing-masing oleh Negara Qin, Negara Zhao dan Negara Yan untuk disambung menjadi satu tembok besar yang melintang dari gurun pasir di bagian barat sampai pantai laut di bagian timur Tiongkok dengan panjangnya mencapai 5000 kilometer lebih. Sementara itu, Kaisar Qinshihuang mengerahkan 700 ribu tenaga kerja untuk membangun Makam Gunung Lishan yang memakan biaya sangat besar. Makam itu sekarang dikenal sebagai warisan dunia Makam Qin beserta prajurit dan kuda terakota.

Kaisar Qinshihuang berjasa dalam menyatukan Tiongkok dan mengakhiri situasi terpecah belah Tiongkok dalam jangka panjang dalam sejarah untuk mendirikan satu negara feodal yang perkasa dan multi etnis dengan etnis Han sebagai penduduk induknya. Sejak itu, Tiongkok melangkah maju membuka lembaran baru dalam sejarah.


Kangen.........tapi jauhhhhhhhhhhh

Maaf untuk semua ...baru ngisi lagi neh, kayaknya sekarang nggak tiap hari deh bakal ngisi blog kesayangan ini, habis mau gimana lgi ...? sekarang dah saatnya aku jauh....dari kota, kalopun mau ol harus jauh2 pegi ke kota Ciamis.............karena tempat ngajarku sekarang di kampung banget, jauh dari dunia keramaian, apalagi duniamaya.......

well,...aku pikir inilah saatnya aku mengasingkan diri dari keramaian kota...yang...........ya.....gitu deh!!! kalo di tempatku sekarang lebih tenang, adem coz banyak pohon- pohon rindang....dan kalo mau wisata ke pantai jadi lebih deket daripada dri bandung ..........

ya udah deh.....mudah-mudahan aku betah aja disini......selamanya.....eh ....nggak dink! Terserah Alloh deh

Saturday, June 7, 2008

Ibu Fauziah Fauzan...

Dibalik Dinginnya Padang Panjang


Coba tebak deh....siapa yang bersanding dengan gadis muda berjilbab krem??? Yang orang Padang ( sebagian mungkin ) sudah tahu.....ya....inilah sosok Muslimah Modern yang Dinamis, Optimis, Manis, Perfectionis, dan berbaju gamis....hehe...( maaf bu..kurang sopan ).

Beliau ini adalah pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang yang sangat akrab dengan karyawannya dan tentu saja murid- murid DP ( singkatan ). Beliau juga terkenal selalu tersenyum di setiap waktu, ketika berjalan sambil menyapa setiap orang dengan hangat, ketika memberikan training kepada karyawan atau siswsi- siswi yang ikut out bond. Ketika lapang atau dalam kesempitan karena ujian yang menimpa Perguruan.

Beliau adalah sosok muslimah yang tegar dan berwibawa, beliau disegani semua karyawan DP, sikapnya yang kharismatik memberikan semangat tersendiri bagi bawahannya termasuk aku. Beliau selalu berusaha mencari solusi dalam bebagai masalah, tidak hanya untuk dirinya tapi sangat memperhatikan kondisi jiwa para karyawan ataupun para siswi dilingkungan DP. Terkadang diantara keseriusan beliau selalu terselip cerita- cerita humor yang bisa menyegarkan otak. Tidak hanya di dalam, diluarpun jaringan persahabatan dengan berbagai negara dan juga kolega orang- orang yang sukses beliau perluas hingga mereka sering pula mengunjungi Pondok Modern yang terkenal tertua dan besar di Sumbar ( mungkin ).

Motivasinya yang begitu kuat ingin menjadikan DP sebagai tempat yang bisa melahirkan generasi muslimah qur'ani yang tangguh dan berakhlaq mulia, membuat beliau harus lebih selektif dalam menyaring calon guru/ pendidik bagi pondok modern DP ini. Diantara para pendidik DP atau lebih dikenal siswi- siswi DP dengan sebutan Ustadz / ustadzah ini beberapa diantaranya sebagai guru tahfidz ( hafalan qur'an) yang kapasitas hafalannya tidak diragukan lagi, bahkan ada yang murni seorang hafidz ( sudah hafal 30 juz alqur'an ).

Jika saja Anda atau siapapun yang pernah mengunjungi Pondok itu pasti Anda akan melihat betapa indah tempat itu......bangunan yang perpaduan baheula ( jaman dulu ) dan modern terlihat artistik, area perguruan yang bersih dari sampah dan jika melihat dari atas balkon asrama akan terlihat gunung- gunung yang kokoh indah mengelilingi kota Padang Panjang. Betapa Perguruan Diniyyah Putri ini sangat strategis untuk dilalui kendaraan.

Secara tersembunyi, sebenarnya aku sangat mengagumi ibu Fuziah Fauzan, SE.Akt..... ( waduh....aku lupa lagi gelar beliau euy....) yang akrab disapa Bu Zizi ini, kadang dari kejauhan aku perhatikan beliau terus yang sedang berbicara dengan orang lain, sedang berjalan. Kadang juga kuberfikir beruntung aku bisa kenal beliau walau tidak lama, ingin rasanya aku menggali ilmu lebih dalam dari beliau namun jadwal beliau begitu padat dan sulit untuk ditemui.....lebih lagi aku yang sangat canggung dengan para petinggi DP hingga jika ada masalah...kadang aku terlalu enggan untuk membicarakannya dengan beliau....sebabnya adalah rasa kaku yang terasa jika berhadapan langsung dan entah kenapa aku sangat malu bertemu beliau secara dekat....jadi jalan ter-aman aku lebih baik menghindarinya atau menunggu beliau lewat ( ih...kayak apa aja??? jadi bersikap tidak sopan neh....)

Well, kalo ditanya alasannya...pasti aku juga bingung dan tidak tau harus jawab apa.....aku memang punya " kejiwaan" yang aneh pada orang- orang tertentu yang kuanggap sangat tinggi derajatnya dan kukagumi, bukan semakin mendekatinya dengan santai malah jadi kurang sopan.....mungkin pandangan orang jadi jelek ya....tapi mau apa lagi coba ???!!! Susah sepertinya untuk mengobati sikapku yang aneh gini.

Dan itulah yang pernah jadi satu beban bagiku saat aku diuji dengan kesabaran dan komitmen, aku ternyata tak mampu mengatakan yang sebenarnya...jadi aku pasrah menerima kekalahan itu......( apa emang???). Gak dink!!

Fiuuuhh....kok tambah jauh ya ceritanya....? ah...whateverlah.....yang jelas....ilmu yang pernah kudapat dari beliau meski sedikit....insyaAlloh akan terbawa selalu dilubuk hati dan ingin aku mewujudkan impianku seperti perjuangan beliau mewujudkan impiannya..................

Intansurullooha Yansurkum Wayutsabbit Aqdaamakum.....


( foto : Bu Zizi dan Ade Rahma Yuly )

DP in Memorian


Bu, aku ingin seperti ibu....kapan ya??

INTERMEZZO

Orang Amerika, Orang Jepang Dan Orang Indonesia


Suatu sore yang cerahdi samudera pasifik, diatas sebuah kapal penumpang, berdiri tiga penumpang asal AS, Jepang dan Indonesia.


Orang AS sesumbar kepada dua orang disebelahnya, bahwa AS adalah negara kaya, dan untuk membuktikan kepada dua orang Jepang dan Indonesia, si orang AS mengangkat sebuah motor harley davidson berharga ribuan dollar, dan membuangnya ke laut.


Orang Jepang bertanya : " Lho ??!! kenapa dibuang???!! "
" Di negara saya banyak.....!" jawab si orang AS dengan sombong.



Panaslah hati si orang Jepang, dan dia tidak mau kalah , dia membuang banyak sekali peralatan elektronik seperti stereo set, TV, komputer, DVD merek sony, Aiwa, Toshiba, dll, semua dia lemparkan ke laut.


Lalu orang Indonesia disebelahnya kaget dan bertanya : Lho lho?????!!! kok dibuang??!!"
" Di negara saya banyak......!" Jawab orang Jepang tersebut dengan sombong.


Tinggallah si orang Indonesia dengan minder dan salah tingkah, karena ridak ada barang berharga yang bisa dilempar ke laut...........tiba- tiba muncullah Edi Tanzil ( Koruptor 1,3 Triliyun ) dan dengan gerak cepat ditangkapnya Edi Tanzil dan dilepmarkan ke laut.


Kagetlah orang AS & orang Jepang dan mereka bertanya : " Heiii..!!!! kenapa dia kamu lempar ke laut????!!"
" Di negara saya banyak....! " jawabnya dengan kalem.


Orang Indonesia menambahkan lagi...." Semua yang kamu buang itu harganya tidak seberapa dibanding yang saya buang............"
Orang Jepang itu bertanya ....." Emang itu orang harganya berapa ? "
Orang Indonesia menjawab...." Tidak berharga dia..."
Orang Jepang....????????????


Gangguan Pendengaran

Seorang lelaki tua menemui dokter langganannya dan mengeluh tentang istrinya. " Sepertinya pendengaran istriku semakin melemah. Apa yang harus kulakukan? " tanyanya.


" Begini saja. Coba Bapak tes dulu . Misalnya ketika ia sedang masak, Bapak bertanya dari ujung pintu. Jika tidak ada jawaban, maju beberapa langkah dan ulangi pertanyaan Bapak. Demikian seterusnya sampai Bapak menemukan jarak yang tepat untuk berbicara dengannya, " saran dokter.


Lelaki itupun pulang dan mendapati istrinya sedang memasak di dapur.
Di pintu masuk ia bertanya, " Hmmm baunya enak, masak apa sih?"


Karena tidak ada sahutan , ia maju beberapa langkah dan bertanya lagi, " Masak apa Mam?"
Tidak juga ada sahutan, lelaki tersebut maju lagi dan mengulang pertanyaan yang sama. Tetap tidak ada jawaban, karena itu ia mendekat. Tepat di sebelah istrinya ia bertanya lagi, " Masak apa sih?"
" Ya ampun, untuk keempat kalinya aku jawab : OPOR!!"

( saat aku lagi pening....)

Sedih dan Kesal...

Aku sedih melihat kejadian monas tempo hari....benar- benar fenomena yang membuatku miris....tapi aku juga jengkel dan kesal dengan pemberitaan media yang seolah- olah terus menyudutkan Islam.....