Sunday, June 1, 2008

Biografi



'Sekelumit Tentang Kehidupan Sosial dan Politik Sheikh Mohammad Abduh'

Sekelumit Tentang Kehidupan Sosial dan Politik Sheikh Mohammad Abduh


Kondisi politik dan sosial di masyarakat muslim dewasa ini menuntut setiap muslim untuk mengenal dan mengetahui perjuangan para ulama dan pengorbanan para pejuang Islam dalam menggerakkan dunia Islam ke arah kemajuan. Artikel ini ditulis untuk mengenalkan sekelumit tentang biografi serta berbagai sisi kehidupan sosial dan politik Sheikh Mohammad Abduh, ulama besar yang disegani di zamannya dan banyak melakukan perjuangan untuk kemajuan dunia Islam.

Biografi dan Karya

Sheikh Mohammad Abduh lahir pada tahun 1266 hijriyah di Mahallat Nasr, sebuah desa di negeri Mesir. Beliau lahir dengan nama Muhammad. Ayahnya dikenal dengan nama Abduh. Mohammad Abduh menjalani kehidupannya sebagai petani. Ketika menginjak usia 13 tahun, ayah beliau memaksanya untuk menimba ilmu agama Islam di pusat pendidikan agama yang dikenal dengan nama Jami’ Ahmadi. Mohammad Abduh tidak menyukai program pendidikan di sana sehingga memutuskan untuk meninggalkan lembaga pendidikan itu.

Tak lama, beliau kembali ke sekolah Jami’ Ahmadi setelah mendapat pengarahan memuaskan dari paman ayahnya yang bernama Sheikh Darwish. Setelah mengenyam pendidikan di Jami’ Ahmadi, Mohammad Abduh melanjutkan studinya ke Jami’ Al-Azhar. Selain berguru kepada Sheikh Darwish, Mohammad Abduh juga menimba ilmu dari sejumlah ulama termasuk Sayid Jamaluddin Asad-abadi (Afghani). Menuruti pesan Sayid Jamaluddin, Mohammad Abduh mempelajari ilmu-ilmu logika.

Setelah menyelesaikan program pendidikan, Muhammad Abduh mengambil posisi sebagai guru. Mohammad Abduh memiliki banyak murid yang di kemudian hari menjadi ulama-ulama dan cendekiawan terkenal diantaranya Mohammad Rashid Ridha, Saad Zaghlul, Thaha Husein, Abdul Qadir Maghribi, dan Musthafa Abdur Razzaq.

Selain mengajar, Mohammad Abduh juga aktif di medan politik. Keaktifan itulah yang membuatnya terlibat dalam kegiatan Partai Hezb Wathani. Mohammad Abduh ditunjuk untuk menjadi Pemimpin Redaksi Surat Kabar Waqai’ Mishriyyah atas usulan Riyadh Pasha, salah seorang menteri ketika itu. Ketika Sayid Jamaluddin membuat majalah al-Urwatul Wuthqa, Abduh ikut membantu gurunya.

Beberapa tahun setelah itu, dengan adanya transformasi politik dan sosial dalam skala besar di Mesir, Mohammad Abduh terpilih untuk duduk di Dewan Syura, yang berperan sebagai lembaga penasehat raja. Posisinya sebagai ulama yang dipandang, mendorong Mohammad Abduh untuk mewakafkan sisa umurnya demi melakukan reformasi pemikiran Islam dan kegiatan amal. Tahun 1889, penguasa Mesir menobatkannya sebagai mufti. Jabatan itu dipegangnya sampai beliau wafat tahun 1323 hirjiyah. Sheikh Mohammad Abduh meninggal dunia setelah menderita kanker.

Sheikh Mohammad Abduh meninggalkan banyak karta penulisan antara lain;

1- Ishlahul Mahakim al-Syar’iyyah

2- Tafsir Al-Manar, yang dilanjutkan oleh muridnya, Mohammad Rashid Ridha

3- Risalatut Tauhid

4- Syarh Nahjil Balaghah

5- Al-Islam, Ar-Radd ‘ala Muntaqidihi

Gerakan Reformasi Abduh

1- Mohammad Abduh adalah murid Sayid Jamaluddin Asad-abadi (Afghani). Meski demikian, keduanya memiliki pemikiran dan cara berjuang yang berbeda. Setelah Sayid Jamaluddin diasingkan dari Mesir, Mohammad Abduh memanfaatkan surat kabar di Mesir untuk menyampaikan pemikiran reformasinya. Dalam mengusung ide revolusionernya, Abduh sangat berhati-hati. Ia lebih banyak memberikan perhatian pada upaya pembaruan pemikiran dan pendidikan.

2- Walaupun terlibat dalam kehidupan berpolitik, namun Sheikh Mohammad Abduh menghindari sikap frontal dalam politik dan lebih memberikan perhatian pada masalah reformasi pemikiran.

3- Bagi Abduh reformasi pemikiran dan budaya umat Islam lebih penting dari segalanya.

4- Sheikh Mohammad Abduh meyakini prinsip kaderisasi dan peningkatan kemampuan sumber daya manusia.

5- Kebanyakan orang yang ada disekeliling Abduh, adalah para ulama, santri dan kalangan kampus. Merekalah yang meramaikan kuliah agama yang disampaikan Sheikh Mohammad Abduh.

6- Abduh meyakini bahwa melakukan gerakan reformasi terhadap masyarakat hanya bisa dilakukan dengan memperbaiki individunya. Meski demikian, ia tidak pernah lalai atau acuh terhadap kondisi sosial yang ada.

Reformasi Sosial

Mohammad Abduh yang pernah diasingkan ke luar negeri, mulai dari Beirut hingga menyusul gurunya Sayid Jamaluddin di Eropa, sekembalinya ke Mesir berhasil mendekati gubernur Mesir kala itu. Kedekatan itu dimanfaatkannya untuk menjalankan ide-idenya termasuk reformasi di Universitas Al-Azhar, antara lain memperbaiki sistem pendidikan, memberikan ijazah resmi pendidikan, memberikan layanan kesehatan bagi para pelajar agama, memperbaiki gaji para tenaga pengajar, dan meningkatkan layanan asrama bagi para pelajar agama. Beliau juga membenahi sistem waqaf dan melakukan reformasi pada sistem pengadilan syariat.

Reformasi Pemikiran Menuju Kebangkitan Umat Islam

Sheikh Mohammad Abduh meyakini bahwa untuk melawan kejumudan (kebekuan berpikir) dan pola pikir kebarat-baratan serta taqlid buta adalah dengan kembali kepada ajaran murni Islam. Sama seperti gurunya, Sayid Jamaluddin, Mohammad Abduh menolak kepercayaan bahwa pintu ijtihad telah ditutup. Beliau mencetuskan pemikiran untuk membuka pintu ijtihad serta pengembangan pemikiran dan penelitian Islam. Meski harus berhadapan secara pemikiran dengan para ulama Al-Azhar, namun Muhammad Abduh tetap memegang teguh keyakinannya dalam masalah ijtihad. Beliau meyakini bahwa ijtihad harus dilakukan oleh mereka yang memang layak untuk berfatwa.

Sheikh Muhammad Abduh mengajukan prakarsa yang berisi dua metodologi ijtihad. Pertama adalah kaedah maslahah yang sering digunakan oleh aliran Maliki dan Hanafi. Kaedah ini menurutnya penting untuk menyelesaikan masalah-masalah kontemporer. Kedua adalah kaedah talfiq, yaitu menggunakan pendekatan sintesis, dengan memilih yang terbaik setelah mengadakan perbandingan antara ijtihad para ulama` dari pelbagai aliran. Ijtihad bagi Abduh merupakan jalan terbaik untuk memecahkan kebekuan dan kejumudan pemikiran umat yang tidak berupaya menghadapi perubahan masyarakat dan zaman.

Pemikiran Politik Mohammad Abduh

Sheikh Muhammad Abduh mempunyai dua cita-cita. Pertama adalah persatuan dan kesatuan umat Islam. Kedua persatuan rakyat Mesir sebagai bagian dari dunia Islam. Meskipun antara kedua cita-cita itu tidak banyak kaitannya, namun beliau selalu menghindari pembahasan yang menyebutkan agama terpisah dari politik, sebab beliau memang tidak memiliki keyakinan yang demikian. Muhammad Abduh menyukai sebuah pemerintahan yang melibatkan rakyat sebagai pihak yang memberikan nasehat dan masukan. Karena itu, menurut beliau, para penguasa muslim seharusnya mengikuti ajaran syariat Islam dan tidak lupa untuk bermusyawarah dengan para ahli dalam menjalankan roda pemerintahan.

Pandangan Muhammad Abduh tentang Pendekatan Antar Madzhab

Tak berbeda dengan Sayid Jamaluddin, Sheikh Muhammad Abduh mencurahkan perhatian yang besar dalam masalah persatuan dunia Islam. Beliau menolak fanatisme golongan. Buku Syarh (penjelasan) Nahjil Balaghah yang ia tulis adalah langkah nyata Muhammad Abduh dalam melakukan pendekatan antar madzhab Islam. Dalam kitab itu, ia berulang kali menyatakan kecintaannya yang dalam kepada Imam Ali bin Abi Thalib (as). Bukan hanya dalam tubuh internal Islam, Muhammad Abduh juga melakukan upaya pendekatan dengan para pemeluk agama Kristen dan Yahudi. Langkahnya dalam hal ini ditunjukkan dengan membentuk sebuah perkumpulan dengan nama ‘Jam’iyyah al-Taqrib Baina Ahl Al-Islam wa Ahl Al-Kitab’.

Mengenai hubungan antar berbagai madzhab Islam Sheikh Mohammad Abduh meyakini pendekatan antar madzhab. Kaedah talfiq yang ia kemukakan menunjukkan hal itu. Sheikh Muhammad Abduh juga membentuk perkumpulan ‘Jam’iyyah Dar Al-Taqrib’, yang merupakan langkah nyata beliau dalam upaya pendekatan antar madzhab Islam. Ulama besar ini dikenal tegas dalam menolak pertikaian dan perselisihan antar para pengikut madzhab yang berbeda.

Rujukan:

1- Sheikh Muhammad Abduh/Sayid Mostafa Husseini Tabatabai

2- Sayyed Jamaluddin Husseini, Payeh Gozar-e Nehzat-haye Eslami/ Sadr Vaseqi

3- Andishe-e Eslahi dar Nehzat-haye Eslami Akhir/ Mohammad Javad Sahebi

4- Seiri dar Andishe-e SIyasi-e Arab/ Hameed Enayat

5- Mabani-e Nehzat-e Ehya-e Fekr-e Dini/ Mohammad Javad Sahebi

6- Tarikh-e Jonbesh-ha va Takapo-haye Faramansouneri dar Keshvar-haye Eslami/ Abdul Hadi Haeri

7- Esterateji-e Vahdat dar Andishe-e Siyasi-e Eslam/ Sayid Ahmad Movasseqi

8- Andishe-e Siyasi dar Eslam- eMesr/ Hameed Enayat, Bahauddin Khoram-shahi

9- Ensan Dusti dar Eslam-e Marsal Buvazer/ Mohammad Hassan Mahdavi Ardabeli va Gholam Hossein Yousefi







Tokoh Muslim


DR. Sayyid Quthub

Tidak lama setelah penembakan terhadap Hasan Al-Bana, terjadilah penangkapan besar-besaran terhadap anggota Ihwanul Muslimin oleh regim Nasser, yang beliau waktu itu menjawat tugas Perdana Menteri dan Ketua Dewan Revolusi Mesir. Anggota Ikhwanul Muslimin yang ditangkap ketika itu sebanyak 10,000 (sepuluh ribu) anggota dan seluruhnya dimasukkan ke dalam penjara, termasuk mereka yang berjasa dalam perang melawan Inggeris di Suez. Baru 20 hari sejak penangkapan besar-besaran itu, terdapat 1,000 orang tahanan anggota Ikhwanul Muslimin yang mati akibat seksaan dan penganiayaan. Dan 6 (enam) orang yang dijatuhi hukuman mati.

Di antara anggota-anggota Ikhwanul Muslimin yang ditahan dalam penjara itu adalah Hakim Dr. Abdul Qadir Audah, Muhammad Faraghali, dan Sayyid Quthub. Para tahanan itu tidak sedikit yang dijatuhi hukuman penjara antara 15 tahun sampai seumur hidup, dan juga hukuman mati, dan kerja paksa memotong dan memecah batu-batu di gunung-ganang. Mereka yang membangkang mogok tidak mahu kerja paksa kemudian ditembak. Pernah kejadian yang mogok itu ditembak sekaligus 22 orang dalam penjara mereka. Kejadian itu pada tahun 1977.

Adapun Sayyid Quthub, beliau pernah dihebohkan oleh pihak lnggris, barangsiapa yang dapat menangkapnya akan mendapat hadiah 2000 Pound Sterling.

Sayyid Quthub ini lahir pada tahun 1903 di Musha, sebuah kota kecil di Asyut, Mesir. Beliau telah hafal Al-Quran 30 Juz sejak masih anak-anak, meraih gelaran sarjana dalam tahun 1933 dari Universitas Cairo, kemudian bekerja pada Kementerian Pendidikan. Kementerian Pendidikan kemudiannya mengirim beliau untuk belajar di Amerika Syarikat selama dua tahun.

Sepulang dari Amerika Syarikat beliau ke Inggris, Swiss, dan Itali. Sepulangnya dari luar negeri beliau kemudian menyatakan keyakinannya bahawa Mesir harus membebaskan diri dari kebudayaan asing yang negatif dan merusak keperibadian Islam serta ketimuran itu.

Beliau adalah seorang penyair dan sasterawan yang hasil karyanya diperhatikan orang. Pada tahun 1946 beliau menulis buku berjudul “Al-’Adalatul Ijtimaiyah Fil Islam” (Keadilan Sosial Di Dalam Islam). Buku ini amat popular dan cemerlang sehingga menjadikan beliau termasyhur. Apalagi setelah buku ini diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, beliau benar-benar seorang tokoh yang berwawasan. Terutama buku ini sebagai jawapan dari sikap Nasser yang mengumandangkan Sosialisme Arab itu.

Sebenarnya Sayyid Quthub ditahan jauh sebelum peristiwaSandiwara Penentanganterhadap Nasser pada tanggal 26 Oktober 1954, yaitu dua hari setelah Ikhwanul Muslimin dilarang oleh Nasser. Adapun kesalahan beliau yang paling banyak ialah kerana beliau mengarang dan menulis beberapa buku yang bersifat semangat Islam. SelainKeadilan Sosial Dalam Islam,” juga buku “Mu’alimut Thar” (Tonggak-tonggak Jalan) yang isinya menolak kebudayaan jahiliyah moden dalam segala bentuk dan praktiknya.

Kekejaman terhadap para tahanan dan terhadap beliau dari penguasa mesir tak terkira. Melebihi Nazi Jerman. Hal ini telah diungkapkan oleh para bekas tahanan yang kemudian selamat kembali kepada keluarga mereka. Mereka banyak berkisah tentang kekejaman penguasa zaman Raja Farouk mahupun oleh Pemerintah Nasser. Ramai para bekas tahanan itu yang bercerita sambil bercucuran air mata bila teringat kawan-kawannya yang mati diseksa dan dibantai di hadapan mata kepala mereka sendiri. Hukuman cambuk, cucian otak dengan alat-alat elektronik sehingga para korban menjadi hilang akal, dan sebagainya. Bermacam-macam tuduhan yang dilontarkan. Tuduhan palsu, fitnah yang dibuat-buat, yang kesemuanya itu tidak ada kesempatan bagi para anggota Ikhwan untuk membela diri. Mereka tetap mengatakan Ikhwanul Muslimin salah, mengkhianati negara dan bangsa, dan sebagainya serta tuduhan-tuduhan yang tidak masuk akal.

Adik Sayyid Quthub yang bernama Muhammad Quthub meninggal dalam penjara. Dan Sayyid Quthub sendiri dibebaskan oleh penguasa pada tahun 1964 atas usaha Presiden lrak, Abdus Salam Aref almarhum. Selepas dari tahanan ini keluarlah buku beliau berjudulTonggak-tonggak Islam,” sehingga pada bulan Ogos 1965 beliau ditangkap dan ditahan lagi bersama 46.000 (empat puluh enam ribu) anggota Ikhwanul Muslimin.

Dalam pengadilan beliau berkata, “Aku tahu bahawa kali ini yang dikehendaki oleh pemerintah (Nasser) adalah kepalaku. Sama sekali aku tidak menyesali kematianku, sebaliknya aku berbahagia kerana mati demi cinta. Tinggal sejarah yang memutuskan, siapakah yang benar, Ikhwan ataukah regim ini.

Ketika beliau di mahkamah pada tahun 1954 juga berkata: “Apabila tuan-tuan menghendaki kepada saya, inilah aku dengan kepalaku di atas tapak tanganku sendiri!”

Pada bulan Agustus 1966 Mahkamah Tentera menjatuhkan hukuman gantung kepada tokoh Ikhwanul Muslimin termasuk beliau. Dengan sebuah senyum pada hari Isnin, di waktu fajar menyingsing tanggal 29 Agustus 1966, beliau meninggal dunia di tiang gantung sebagai jalan untuk menemui Allah!

Demikianlah hukum yang terjadi di dunia ini, yang benar belum tentu menang dan yang salah belum tentu kalah. Namun pada umumnya yang berkuasa itulah yang dibenar-benarkan, kerana pihak yang tidak mendapat kesempatan untuk berbicara kerana bukan penguasa, walau tidak kuasa berkata bahawa dirinya benar. Dan Nasser merasa dirinya di pihak yang benar sehingga Ikhwanul Muslimin dianggap sebagai pengkhianat bangsa dan negara. Padahal setiap Mesir ditimpa bahaya, penguasa selalu minta tolong kepada para anggota Ikhwanul Muslimin untuk tampil ke depan membela tanah air, tetapi setelah keadaan aman, Ikhwanul Muslimin dijauhkan dari kebenaran, diketepikan, dianggap sebagai organisasi yang najis dan ekstrim.

Demikianlah nasib para pejuang dalam membela kebenaran, bahawa risiko yang dihadapinya tidak sedikit dan bahkan sering membawa korban, diseksa, dianiaya dan demikian itulah cara Allah untuk mengetahui keimanan dan ketakwaan seseorang. Dengan demikian, jelaslah bahawa siapa saja yang tidak mahu berjuang untuk membela kebenaran adalah orang yang lemah mentalnya, dan akan mendapat seksa di akhirat nanti. [daarut-tauhiid.org]

Galeria @ KotaSantri.com

Tanaman...



Pemanenan dan Pemanfaatan Rosela

UMUMNYA tanaman rosela sudah mulai berbunga pada umur 3 sampai dengan 4

bulan, dan pemanenan bunga pertama dapat dilakukan pada tanaman yang

berumur 4--5 bulan setelah penanaman. Pemanenen kelopak bunga dilakukan

rata-rata setiap 10 hari sekali.

Bila pemeliharaan tanaman dilakukan dengan baik, sesudah pemanenan

pertama rosela masih dapat menghasilkan bunga asalkan faktor-faktor

untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman tetap mendukung. Oleh sebab

itu, pemanenan kelopak bunga rosela masih dapat terus dilakukan hingga

tanaman berumur 12 hingga 15 bulan.

Kelopak bunga yang masih segar dipanen saat biji sudah masak. Saat itu

mahkota bunga telah gugur, buahnya membuka, tetapi bijinya belum

mengering. Setelah dipanen biji harus segera dipisahkan dari kelopaknya.

Jika tidak segera dipisahkan, kapsul penutup biji akan kering dan

mengeras sehingga biji akan sukar dipisahkan.

Masyarakat di negara-negara sekitar Laut Tengah terutama Mesir, dan

Amerika Latin terutama Meksiko telah mengonsumsi rosela sebagai makanan

dan obat-obatan.

Saat ini sebagian masyarakat di Indonesia sudah mulai memanfaatkan

tanaman rosela untuk berbagai keperluan. Di Palembang, tanaman rosela

sudah dibudidayakan dalam areal yang cukup luas dan kelopak bunganya

diolah dalam dalam kemasan celup maupun serbuk kering.

Tidak hanya bagian kelopak bunga, seluruh bagian tanaman mulai buah dan

kelopak bunga, makota bunga, dan daunnya dapat dimakan, tetapi bagian

yang paling banyak dimanfaatkan adalah kelopak bunganya.

Tanaman ini juga dimanfaatkan sebagai bahan salad, saus sup, minuman,

sari buah, asinan, permen, selai, agar-agar, puding, sirop, dan jeli

dengan rata-rata penggunaan sebesar 0,02%. Kelopak bunga tanaman ini

tersedia dan dipasarkan dalam bentuk kering, tetapi penggunaan yang

terbaik adalah dalam bentuk segar.

Seluruh bagian tanaman rosela dapat digunakan sebagai obat tradisional.

Daun atau kelopak bunga yang direbus dengan air berkhasiat sebagai

peluruh kencing dan dapat menurunkan tekanan darah (/hypotensive/),

mengurangi kekentalan (viskositas) darah, dan meningkatkan peristaltik usus.

Ekstrak kelopak rosela berguna untuk obat antikejang (antispasmodik),

mengobati cacingan (antelmintik) dan sebagai antiobakteri. Kelopak bunga

rosela digunakan untuk mengurangi gangguan batuk dan jus rosela dengan

tambahan garam, lada dan tetes tebu digunakan untuk menyembuhkan

penyakit yang berhubungan dengan empedu.

Daun rosela juga bisa digunakan untuk obat kaki pecah-pecah, mempercepat

pematangan bisul sekaligus melembutkan kulit (/emollient/).

/Lotion/ daun rosela digunakan mengobati luka. Biji tanaman rosela

berkhasiat sebagai diuretik dan tonikum.

Rebusan biji digunakan utnuk menyembuhkan gangguan kencing (/dysuria/),

gangguan pencernaan, dan meningkatkan stamina. n */D-3

Akar rosela yang berasa pahit juga berkhasit sebagai penambah stamina

dan keperkasaan. Rosela juga bermanfaat bagi penderita arteriosclerosis

dan sebagai antiseptic usus.

Khasiat-khasiat rosela yang cenderung pada pencegahan, perawatan, dan

pengobatan gangguan berbagai penyakit tersebut diduga terjadi karena

adanya kandungan gossypetin, anthicyanin, dan gluciside hibiscin yang

ada di dalamnya.

Sebagaimana diketahui rosela juga mengandung berbagai senyawa penting

antara lain campuran asam sitrat dan asam malat sehingga menghasilkan

rasa sedikit asam tetapi menyegarkan, kandungan asam askorbat (vitamin

C) dan betakaroten yang tinggi merupakan sumber antioksidan alami yang

sangat efektif dalam menangkal berbagai radikal bebas penyebab kanker

dan berbagai penyakit penting lainnya.

Minuman kelopak bunga rosela juga baik dikomsumsi bagi pekerja aktif

karena mengandung protein, karbohidrat, serat, mineral dan berbagai

vitamin serta kalori yang cukup tinggi, tetapi dengan kandungan lemak

yang rendah.

PUISI


Aku tidak menunggu kepulangan dan janji-janji sore

aku tidak menunggu kereta kan kembali membawa secercah harap

kau tinggalkan aku mengarungi hari-hari dalam kebisuan derita

kau lihatkah bahwa rinduku untuk surga atau cinta kelangitan

kau lihatkah bahwa janji itu untuk Allah

sudah tibakah saat pemenuhannya

aku berlalu bagai perindu

sebagai pemabuk cinta yang mendengarkan panggilan

kau jumpaikah di sana para kekasih

apa warna pertemuan itu

dalam hijaunya surga, dalam firdaus dan gemuruh karunia

di negeri kebenaran kalian berkumpul

dalam damai dan perlindungan

jika memang karena itu, selamat datang kematian tergilas darah

akankah aku menemuimu di sana, tinggalkan negeri derita

ya, kan kutemui kau di sana

janji yang diyakini orang-orang jujur

kita dapatkan balasan, atas hari-hari yang kita lalui

dalam derita dan cobaan

kita kan dijaga dalam kebaikan

tanpa takut perpisahan dan kefanaan


( Syair oleh Aminah Quthb, atas syahidnya sang suami - Kamal Sananiri - dalam penjara penguasa yang zalim, di saat parade mihnah (ujian) yang mendera para da'i di Mesir ketika ituan balasan, atas hari-hari yang kita lalui)




Saturday, May 31, 2008

Lima Macam Kegelapan Dan Penerangnya


Abu Bakar As-Shiddiq berkata ;

" Kegelapan itu ada lima dan lampu penerangnya ada lima, yaitu :


  • 1. Cinta dunia adalah suatu kegelapan, sedangkan lampu penerangnya adalah ketaqwaan
  • 2. Berbuat dosa adalah suatu kegelapan, sedangkan lampu penerangnya adalah bertobat
  • 3. Kubur adalah kegelapan, sedangkan lampu penerangnya adalah bacaan : ' Laailaaha illallooh Muhammadur Rosuulullooh.'
  • 4. Alam akhirat itu penuh kegelapan, sedangkan penerangnya adalah amal shalih
  • 5. Shirat ( jembatan penyebrangan diatas neraka ) sangat gelap , sedangkan penerangnya adalah yaqin."
Berkaitan dengan poin 1 Rosuululloh bersabda :
" Cinta dunia adalah biang segala kesalahan. " ( HR. Baihaqi, dari Hasan Al- Bashri )

Friday, May 30, 2008

Funy's Story


Satu Kenangan Manis Bersama HIJJAZ

Waktu itu...kelas 3 SLTP aku dan teman- teman bersiap untuk menjamu para tamu kunjungan dari sebuah pesantren Islam di Cililin -namanya P3SB- kami segera ancang- ancang kira- kira persembahan apa yang akan kami berikan untuk mereka setelah diskusi organisasi selesai...tiba- tiba tercetus ide di kepalaku..ya tiba- tiba aja muncul, akhirnya kami memilih menyanyikan nasyid yang sering kami lantunkan bersama-sama kala pulang sekolah atau sedang liburan....di asrama memang kami terkenal kelas yang rame, riweuh, kompak dan solid.

Akhirnya kami menyanyikan lagu itu....judulnya Malam- Hijjaz- , namun apa yang terjadi sungguh diluar dugaan kami....saat ditengah-tengah lirik lagu yang kami lantunkan tiba- tiba salah seorang kami salah mengucapkan lirik lagu itu.....seperti ini liriknya yang salah.....-Di malam yang sepi ku pasrah kepada suami -yang seharusnya ku pasrah kepada Illahi....dasar Irma...dia memang selalu diplesetkan lagu itu kalo lagi nyanyi sambil bercanda termasuk saat latihan.....

ya....spontan kami ingin tertawa...gak kuat...dia sendiri clingak - clinguk sambil senyum sendiri...mukanya memerah....untungnya aku dan teman-teman yang lain segera mengeraskan suara kami saat melantunkan lirik itu...jadi gak kedengaran tuh salahnya...hehe...

Monday, May 28, 2007

Kunjungan Persudaraan

saat ini....aku lgi di jakarta, ya.....berkunjung ke tempat kawan-kawanku berjuang melanjutkan kuliah di al-hikmah. sungguh sebelumnya aku sama sekali ga nyangka bakal meluluskan niatku ini yang cukup lama telah ku pendam.Kini dalam keraguanku dan keharuanku ..........masih ku berharap agar aku bisa kembali seperti ini diwaktu lain.
Aku senang mempunyai teman- teman yang solid dan menjaga ukhuwah karena ALLOH...walau terbentang jarak yang cukup jauh.

Aku datang, teman....